Dorong Sekolah Aman dan Nyaman, Disdik Kabupaten Tangerang Gandeng HIMPSI Banten dan APPI Banten melalui Program Trijaga Karakter

IDBANTEN.COM, TANGERANG — Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berkolaborasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Banten dan Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI) Wilayah Banten untuk memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, sekaligus mendukung kesejahteraan psikologis siswa melalui Program Trijaga Karakter.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari, yakni pada 6 Oktober 2026 yang ditujukan bagi guru dan 7 Oktober 2026 bagi siswa. Kegiatan dipusatkan di Hall Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, ST, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, perlindungan, serta kesejahteraan psikologis peserta didik.

Pada hari pertama, pelatihan diberikan kepada guru BK dan wali kelas dengan fokus pada penguatan kapasitas guru sebagai penolong pertama bagi siswa. Materi yang diberikan meliputi kemampuan mengenali perubahan emosi dan perilaku siswa, memberikan Psychological First Aid (PFA) dasar, menjaga privasi dan batas kerahasiaan, mengidentifikasi risiko keselamatan, hingga memahami mekanisme pelaporan dan rujukan.

Dalam pelatihan tersebut, guru didorong untuk membangun pola pendekatan yang lebih responsif, yakni mengamati tanpa melabeli, mendengarkan tanpa menghakimi, serta menghubungkan siswa dengan bantuan yang tepat. Pendekatan ini menegaskan bahwa guru bukan berperan sebagai terapis, melainkan sebagai pihak yang dapat memberikan respons awal yang aman dan suportif serta menghubungkan siswa dengan guru BK, psikolog, orang tua maupun layanan terkait apabila diperlukan.

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Winy Nila Wisudawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang juga merupakan Ketua APPI Banten. Sementara fasilitator dari APPI Banten, yakni Adianti Ruqoyah, S.Psi., M.Pd., Psikolog dan Bella Gemilang Putri, M.Psi., turut memberikan pendampingan dalam rangkaian pelatihan.

Winy mengatakan, terciptanya sekolah yang aman dan nyaman tidak cukup hanya dengan membangun aturan, tetapi juga membutuhkan relasi yang sehat antara seluruh warga sekolah.

“Sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi melalui relasi yang sehat. Guru perlu memiliki kemampuan untuk mengenali kebutuhan psikologis siswa, sementara siswa juga perlu belajar menjadi teman yang peduli,” ujar Winy.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan profesional psikologi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung perkembangan siswa.

“Di sinilah kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan profesional psikologi menjadi penting. Kegiatan ini merupakan langkah nyata bahwa psikologi hadir bukan hanya ketika masalah muncul, tetapi juga sebagai upaya pencegahan dan penguatan sejak awal di ekosistem pendidikan,” katanya.

Ketua APPI Banten (Tengah) Winy Nila, dalam acara Trijaga Karakter di Tigaraksa.

Siswa Dibekali Kemampuan Menjadi “Teman yang Peduli”

Pada hari kedua, 7 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan Pendamping Sebaya bertajuk “Teman yang Peduli” bagi siswa.

Program ini membekali siswa dengan keterampilan sederhana namun penting untuk menjadi teman yang peduli, mulai dari mengamati kondisi teman, mendengarkan, menghubungkan teman dengan orang dewasa yang dapat membantu, hingga menjaga diri.

Para siswa diajak mengenali tanda-tanda ketika seorang teman sedang mengalami kesulitan, menyapa dengan cara yang tepat, mendengarkan tanpa terburu-buru memberikan nasihat, memahami batas kerahasiaan, serta mengetahui kapan harus melibatkan guru BK atau orang dewasa.

Melalui program tersebut, siswa juga didorong membangun kebiasaan ramah selama 14 hari, seperti menyapa teman yang sering sendirian, mengajak teman bergabung dalam aktivitas, tidak ikut menyebarkan ejekan di grup kelas, serta membantu mengenalkan jalur bantuan yang tersedia di sekolah.

Kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, HIMPSI Banten dan APPI Banten ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Program Trijaga Karakter tidak hanya menempatkan sekolah sebagai tempat untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk merasa aman, diterima, terlindungi, terhubung, dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi kesulitan.

Melalui sinergi antara kebijakan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta keterlibatan aktif siswa, budaya sekolah yang aman dan nyaman diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari keseharian seluruh warga sekolah. Dimulai dari hal sederhana: peduli, mau mendengar, dan hadir bagi satu sama lain.(Red)

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *