Tiga Kali Gagal Juara Umum PON, KMPO DKI Jakarta Soroti Kinerja KONI DKI

Hidayat Humaid saat memberikan keterangan pers perhelatan Porprov DKI 2025, Jumat (1/8/2025). Foto. Ipol/ist

Aktualika.com, JAKARTA — Komunitas Masyarakat Peduli Olahraga Prestasi (KMPO) DKI Jakarta menyampaikan keprihatinan mendalam atas hattrick kegagalan kontingen DKI Jakarta meraih gelar Juara Umum Pekan Olahraga Nasional (PON) dalam tiga edisi terakhir, yakni PON XIX 2016 di Jawa Barat, PON XX 2021 di Papua, dan PON XXI 2024. Padahal, DKI Jakarta selama ini dikenal sebagai barometer pembinaan olahraga nasional dengan torehan 11 kali Juara Umum dari 20 pelaksanaan PON sejak pertama kali digelar pada 1948.

Juru bicara KMPO DKI Jakarta, Arief, menegaskan bahwa kegagalan meraih gelar juara umum selama tiga kali berturut-turut merupakan kemunduran serius bagi prestasi olahraga Ibu Kota. Ia menilai, kegagalan tersebut tidak terlepas dari kegagalan sistem pembinaan prestasi yang dijalankan oleh KONI DKI Jakarta sebagai organisasi yang memiliki tugas utama menyiapkan atlet-atlet untuk ajang PON.

Arief memaparkan, berdasarkan rekam jejak kepengurusan KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid (HH) telah terlibat dalam struktur organisasi KONI DKI selama sekitar 20 tahun, sejak pasca-PON XVI tahun 2004. Peran aktif HH dalam kepengurusan mulai terlihat ketika mempersiapkan PON XVII, hingga menjabat secara struktural di bidang pembinaan prestasi pada PON XVIII di Pekanbaru, saat DKI Jakarta terakhir kali meraih Juara Umum pada 2012 di bawah kepemimpinan Winny Erwindia dengan dukungan almarhum Kusnan Ismukanto. Sejak saat itu, kontingen DKI tercatat telah puasa gelar Juara Umum PON selama lebih dari 13 tahun.

Lebih lanjut, Arief mengungkapkan data karier HH yang dinilai mencerminkan kegagalan beruntun. Pada PON XIX 2016 di Jawa Barat, HH menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi dan DKI Jakarta gagal mempertahankan gelar juara umum. Kemudian pada PON XX 2021 di Papua, HH menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI DKI yang membidangi pembinaan prestasi sekaligus sebagai Ketua Kontingen (Chief de Mission), namun kembali gagal meraih Juara Umum. Terakhir, pada PON XXI 2024, saat HH menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KONI DKI, kegagalan kembali terjadi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Menurut KMPO DKI Jakarta, hattrick kegagalan tersebut sudah cukup menjadi dasar evaluasi serius, baik bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, perangkat terkait, anggota KONI DKI, maupun induk cabang olahraga. KMPO menyatakan sangat menyayangkan apabila masih ada pihak-pihak tertentu yang diduga memaksakan kehendak agar HH kembali terpilih sebagai Ketua Umum KONI DKI Jakarta untuk periode 2026–2030.

KMPO juga mengajak seluruh pemilik suara untuk belajar dari sikap dua mantan Ketua Umum KONI DKI Jakarta sebelumnya, Raja Sapta Ervian dan Laksma Djamhuron P. Wibowo, yang memilih tidak mencalonkan diri kembali untuk periode kedua setelah gagal memenuhi harapan masyarakat DKI sebagai Juara Umum PON pada masanya. Sikap tersebut dinilai mencerminkan jiwa ksatria dan semangat sportivitas sejati dalam olahraga prestasi.

Di akhir pernyataannya, KMPO DKI Jakarta berharap agar Hidayat Humaid dapat meneladani sikap para pendahulunya, serta meminta agar unsur legislatif dan eksekutif DKI Jakarta bersikap realistis dan objektif dalam menyikapi masa depan pembinaan olahraga prestasi. KMPO menegaskan harapannya agar pada momentum HUT ke-5 Abad Kota Jakarta tahun 2028, kontingen DKI Jakarta mampu kembali bangkit dan memberikan hadiah terbaik bagi masyarakat berupa gelar Juara Umum PON XXII.

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *