Muhammad Chairul Basyar: Film “Leave No One Behind” Terinspirasi dari Keberhasilan Polri Menangani Kasus-Kasus TPPO di Indonesia

Aktualika, JAKARTA — Executive Producer Muhammad Chairul Basyar mengungkapkan bahwa film aksi Leave No One Behind (LNOB) lahir dari inspirasi nyata: rentetan keberhasilan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam membongkar dan menangani kasus-kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di tanah air dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Muhammad Chairul Basyar, kerja senyap aparat di lapangan — mulai dari pembongkaran sindikat pengiriman pekerja migran ilegal, penyelamatan korban dari jeratan perekrutan daring, hingga pemulangan warga negara Indonesia dari luar negeri — adalah kisah kepahlawanan nyata yang selama ini jarang diangkat ke layar lebar.

“Film Leave No One Behind ini terinspirasi langsung dari keberhasilan Polri menangani kasus-kasus TPPO di Indonesia. Ada begitu banyak operasi penyelamatan korban yang berhasil dilakukan aparat kita, tapi kisahnya nyaris tidak pernah sampai ke publik dalam bentuk tontonan. Sebagai sineas, saya merasa cerita-cerita ini layak dihadirkan,” ujar Muhammad Chairul Basyar.

Momentum Satgas TPPO: Ketika Kapolri Turun Langsung sebagai Ketua Harian

Muhammad Chairul Basyar menyoroti titik balik penanganan TPPO nasional yang terjadi pada tahun 2023, ketika pemerintah melakukan penguatan besar-besaran terhadap Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Satgas TPPO). Dalam struktur baru tersebut, Kapolri dipercaya sebagai Ketua Harian Satgas TPPO, sementara koordinasi nasionalnya berada di bawah kementerian koordinator bidang politik dan keamanan — yang kini dikenal sebagai Kemenko Polkam.

Sejak penguatan Satgas TPPO tersebut, gelombang penindakan berjalan masif: ratusan tersangka jaringan perdagangan orang ditangkap dan ribuan calon korban berhasil diselamatkan dalam waktu yang relatif singkat — sebuah capaian yang menempatkan Indonesia lebih serius dan terstruktur dalam perang melawan perdagangan manusia.

“Ketika Kapolri sendiri yang menjadi Ketua Harian Satgas TPPO, itu pesan yang sangat kuat: negara tidak main-main melawan perdagangan orang. Semangat itulah yang ingin saya terjemahkan ke dalam bahasa film aksi — ketegasan, kecepatan, dan keberpihakan pada korban,” kata Muhammad Chairul Basyar.

Persembahan di Bulan Bhayangkara dan Hari Anti-Perdagangan Orang Sedunia

Kehadiran Leave No One Behind sengaja dirancang bertepatan dengan dua momentum yang sarat makna: Bulan Bhayangkara, peringatan istimewa bagi Korps Bhayangkara, serta Hari Dunia Anti-Perdagangan Orang (World Day Against Trafficking in Persons) yang diperingati setiap 30 Juli. Bagi Muhammad Chairul Basyar, film ini adalah bentuk apresiasi seorang warga negara sekaligus pekerja seni terhadap dedikasi aparat yang berada di garis depan perlindungan korban.

Lewat medium film aksi, Muhammad Chairul Basyar ingin kesadaran publik terhadap modus-modus TPPO — dari iming-iming kerja di luar negeri hingga perekrutan melalui media sosial — tumbuh lebih luas, sehingga masyarakat menjadi lapisan perlindungan pertama bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Laga Realistis: Juara MMA Berhadapan dengan Petarung Taekwondo

Kekuatan Leave No One Behind tidak berhenti pada gagasannya. Film ini menghadirkan Suwardi “Becak Lawu”, juara Mixed Martial Arts (MMA), sebagai motor adegan-adegan laga yang autentik. Di seberangnya, aktor laga Macho Hungan — yang dikenal lewat sejumlah film aksi sebelumnya — tampil sebagai antagonis dengan basis bela diri Taekwondo. Benturan dua disiplin bela diri yang berbeda karakter ini menghasilkan koreografi pertarungan yang keras, cepat, dan realistis — sejalan dengan tema penindakan sindikat yang menjadi jantung cerita.

“Saya ingin penonton merasakan intensitas yang mendekati kenyataan. Karena di dunia nyata, operasi penyelamatan korban TPPO memang bukan pekerjaan yang lunak,” ujar Muhammad Chairul Basyar.

Tentang Muhammad Chairul Basyar

Muhammad Chairul Basyar adalah produser film dan figur multi-bidang yang aktif di dunia produksi film serta teknologi. Melalui karya-karyanya, Muhammad Chairul Basyar konsisten menghadirkan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan sosial — termasuk Leave No One Behind, film aksi bertema perlawanan terhadap perdagangan manusia yang kini hadir di bioskop Indonesia.

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *