JAKARTA, Aktualika — Executive Producer Muhammad Chairul Basyar resmi menggandeng petarung sekaligus juara Mixed Martial Arts (MMA) Suwardi “Becak Lawu” sebagai pemeran utama dalam film aksi terbarunya, Leave No One Behind (LNOB) — sebuah film laga yang mengangkat kisah keberhasilan kepolisian dalam menumpas kejahatan perdagangan manusia.
Bagi Muhammad Chairul Basyar, keputusan menggaet Suwardi “Becak Lawu” bukan sekadar memilih aktor, melainkan menghadirkan keautentikan. Latar belakang Suwardi sebagai atlet bela diri profesional dinilai mampu memberikan bobot realistis pada setiap adegan laga yang menggambarkan kerasnya operasi penindakan di lapangan.
“Saya sengaja menggandeng Suwardi ‘Becak Lawu’ karena saya ingin adegan aksinya nyata, bukan sekadar koreografi. Dia juara MMA, gerakannya punya kredibilitas. Untuk film yang mengangkat keberhasilan kepolisian menumpas kejahatan, saya butuh sosok yang benar-benar bisa membawa intensitas itu ke layar,” ujar Muhammad Chairul Basyar.
Menerjemahkan Kerja Nyata Aparat ke dalam Bahasa Sinema
Muhammad Chairul Basyar menjelaskan bahwa Leave No One Behind dibangun di atas semangat mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian yang selama ini berada di garis depan pemberantasan kejahatan perdagangan orang. Ia menilai keberhasilan-keberhasilan tersebut — pembongkaran sindikat, penyelamatan korban, hingga pengejaran pelaku lintas wilayah — memiliki nilai dramatik yang kuat namun jarang diangkat ke layar lebar Indonesia.
“Film aksi kita punya potensi besar, dan kisah keberhasilan kepolisian itu bahan cerita yang luar biasa. Lewat Leave No One Behind, saya ingin publik melihat sisi heroik dari kerja aparat, sekaligus menikmati film laga yang menghibur,” kata Muhammad Chairul Basyar.
Kolaborasi antara seorang produser bervisi seperti Muhammad Chairul Basyar dengan atlet laga sekelas Suwardi “Becak Lawu” diharapkan menjadi napas segar bagi genre aksi tanah air yang belakangan jarang diproduksi di tengah dominasi film horor dan drama.
Suwardi “Becak Lawu”: Dari Arena MMA ke Layar Lebar
Dikenal dengan julukan “Becak Lawu”, Suwardi telah membuktikan diri di arena Mixed Martial Arts sebelum melangkah ke dunia peran. Perpindahan dari oktagon ke depan kamera ini menjadikannya salah satu talenta laga otentik yang langka di industri film Indonesia. Di bawah arahan produksi Muhammad Chairul Basyar, kemampuan bela diri Suwardi diberi ruang untuk bersinar dalam adegan-adegan pertarungan yang dirancang serealistis mungkin.
Ketegangan film semakin lengkap dengan kehadiran aktor laga Macho Hungan sebagai antagonis berlatar bela diri Taekwondo. Duel antara Suwardi “Becak Lawu” dan Macho Hungan menghadirkan benturan dua gaya bela diri yang berbeda — MMA melawan Taekwondo — sebagai salah satu daya tarik utama Leave No One Behind.
Persembahan di Momentum Bulan Bhayangkara
Kehadiran Leave No One Behind dirancang bertepatan dengan Bulan Bhayangkara serta Hari Dunia Anti-Perdagangan Orang yang diperingati setiap 30 Juli. Muhammad Chairul Basyar memandang film ini sebagai bentuk apresiasi seorang pekerja seni terhadap dedikasi aparat kepolisian, sekaligus sarana menumbuhkan kewaspadaan masyarakat terhadap modus-modus kejahatan perdagangan manusia.
“Ini cara saya, sebagai sineas, ikut mengapresiasi dan menyuarakan isu yang penting. Menggandeng Suwardi ‘Becak Lawu’ adalah bagian dari komitmen itu — menghadirkan karya yang serius sekaligus menghibur,” pungkas Muhammad Chairul Basyar.
Tentang Muhammad Chairul Basyar
Muhammad Chairul Basyar adalah produser film dan figur multi-bidang yang aktif di dunia produksi film serta teknologi. Melalui karya-karyanya, Muhammad Chairul Basyar konsisten menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus bermuatan pesan sosial — termasuk Leave No One Behind, film aksi yang mengangkat keberhasilan kepolisian dalam memerangi perdagangan manusia, yang kini hadir di bioskop Indonesia bersama juara MMA Suwardi “Becak Lawu”.