Oleh: H. Ahmad Rifaudin, S.Pd., M.Pd.*)
Alhamdulillah kali ini kita kaum muslimin kembali dipertemukan oleh Allah Swt dengan bulan suci Ramadhan 1446 H, bulan yang kehadirannya sangat dinanti nantikan oleh Mu’min seduia yang mau memanfaatkan kemuliannya dan berbagai fasilitas yang dijanjikan Allah di dalamnya.
Ramadhan bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan bagi siapa saja yang mau memanfaatkannya, minimal melaksasnakan ibadah puasa yang diwajibkan Allah Swt sebagai implementasi seseorang yang mengaku beragama Islam yang beriman, karena ibadah puasa hanya diserukan kepada orang-orang yang beriman. Seabagaimana firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Puasa hanya diperuntukkan bagi mereka yang meyakini akan perintah tuhan, dengan menahan diri untuk tidak makan, minum dan beberapa hal yang membatalkannya di siang hari mulai terbit fajar sampai terbenam matahari untuk memperoleh nilat taqwa di mata Allah Swt.
Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga bisa menjadi sarana yang sangat efektif untuk penguatan diri, baik dari segi spiritual, mental, maupun fisik. Dalam konteks penguatan diri, puasa bisa memberikan berbagai manfaat:
1. Pengendalian Diri
Puasa mengajarkan kita untuk mengendalikan hawa nafsu, terutama nafsu terhadap makanan, minuman, dan bahkan hal-hal lain yang dapat mengalihkan fokus. Dengan menahan diri dari hal-hal yang menjadi kebiasaan sehari-hari, kita belajar untuk lebih disiplin dan mengatur diri dengan lebih baik.
2. Peningkatan Kekuatan Spiritual
Puasa merupakan waktu yang sangat tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam banyak tradisi agama, termasuk Islam, puasa diartikan sebagai bentuk ibadah yang membawa kedekatan dengan Sang Pencipta. Ini adalah waktu untuk refleksi diri, introspeksi, dan memperkuat iman.
3. Pembersihan Mental
Puasa juga bisa membantu membersihkan pikiran dari kekhawatiran dan stres. Dengan berfokus pada aspek spiritual dan mengurangi gangguan fisik, seseorang bisa lebih tenang dan lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup. Hal ini memperkuat ketenangan batin dan mental.
4. Meningkatkan Rasa Empati
Dengan merasakan lapar dan haus, seseorang dapat lebih memahami kondisi orang-orang yang kurang beruntung dan lebih mudah merasa empati. Ini membantu memperkuat sisi kemanusiaan dan rasa syukur atas nikmat yang ada.
5. Detoksifikasi Fisik
Secara fisik, puasa juga memberikan waktu bagi tubuh untuk melakukan detoksifikasi. Sistem pencernaan kita mendapatkan waktu untuk istirahat dan tubuh pun bisa mengatur keseimbangan internalnya, yang pada gilirannya bisa meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
6. Peningkatan Kekuatan Mental dan Fokus
Puasa membantu seseorang untuk lebih fokus, karena kita tidak terganggu oleh kebutuhan makan atau minum. Ini memberikan kesempatan untuk lebih berkonsentrasi dalam berbagai aktivitas dan tantangan yang dihadapi.
Secara keseluruhan, puasa dapat menjadi sarana untuk memperkuat diri dengan melibatkan berbagai aspek kehidupan—spiritual, mental, dan fisik—dalam proses yang saling mendukung. Melalui kesabaran dan ketekunan dalam menjalani puasa, seseorang dapat membangun karakter yang lebih kuat, lebih sabar, dan lebih tahan menghadapi berbagai ujian hidup.
Wallahu A’lam
*Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan