KABUPATEN TANGERANG – Beredarnya video diduga kampanye negatif terhadap pasangan calon Bupati-Wakil Tangerang Maesyal Rasyid-Intan Nurul Hikmah menuai kecaman dari sejumlah kalangan.
Salah satunya datang dari SOULMATE INTAN (SOLIT). Insiator SOLIT H Supajri meminta Bawaslu dan KPU proaktif merespon dugaan kampanye negatif tersebut. “Jika nantinya terbukti, harus ada tindakan yang tegas, sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Supajri, Sabtu (12/10/2024).
Mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang periode 2009-2014 ini mengatakan, dalam pesta demokrasi, tim sukses dan para pendukung boleh saja berinovasi dalam rangka sosialisasi pemenangan dengan cara yang elegan, konstruktif, dan mengedepankan etika dan norma, serta tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.
Menurut Supajri, narasi kampanye negatif terhadap Paslon lain justru akan jadi bumerang terhadap Paslon yang didukungnya. Dan justru akan menimbulkan respon antipati dari masyarakat.
Supajri juga menegaskan, kepemimpinan yang berkelanjutan bukanlah hal yang dilarang. Apalagi selama ini figur tersebut kredibilitas dan kapabilitas yang jelas dan mumpuni. “Jangan sampai masyarakat malah mendukung calon pemimpin yang kapasitas intelektualnya diragukan,” tandasnya.
Karena dalam memimpin satu daerah kata Supajri, dibutuhkan seorang figur yang bukan hanya kuat secara finansial, akan tetapi figur tersebut harus mempunyai skill dan intelektualitas yang mumpuni.
Skill dan intelektualitas Paslon tersebut kata dia, bisa diimplementasikan dalam merencanakan, mendesain rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
“Pemimpin itu harus punya kemampuan memitigasi masalah di daerah. Kemampuan itu ada pada Maesyal-Intan. Dan saya yakin Pak Maesyal dan Ibu Intan bisa mewujudkan Kabupaten Tangerang semakin gemilang,” pungkasnya.(riz)